Beli Sekarang

https://shopee.co.id/?utm_source=an_11146330000&utm_medium=affiliates&utm_campaign=4fmaibgfywmy-&utm_content={clickid}-{psn}---
Tampilkan postingan dengan label pengapian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengapian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2016

Tips cara mambaca kode oli untuk sepeda motor

Cara Membaca Kode Oli Mesin Motor - Oli pelumas sangat vital peranya pada mesin baik motor maupun mobil. Setiap mesin memiliki karakteristik sendiri-sendiri oleh sebab itu oli pun harus disesuaikan. Di pasaran banyak sekali jenis oli baik dari merek, harga, dan tingkat visikositasnya. Tingkat kekentalan atau visikositas oli ini penting untuk diperhatikan karena setiap mesin berbeda-beda.

Misalnya untuk mesin-mesin dibawah tahun 2000 membutuhkan oli yang memiliki kekentalan tinggi. Namun selama ini banyak para rider yang tidak memperhatikan hal tersebut. Masih banyak yang membeli oli tapi tidak disesuaikan dengan kebutuhan mesin. Sebenarnya cukup simpel untuk mengetahui kekentalan oli pelumas yakni dengan membaca kode yang tercantum pada botol kemasan.

Mungkin diantara anda masih bingung bagaimana cara membaca kode oli mesin motor maupun mobil. Pada botol kemasan oli pelumas tertulis SAE atau Society of Automotif Engineers yakni standar tingkat kekentalan sebuah oli pelumas pada suhu tertentu. Dibelakang SAE diikuti dengan kode misalnya SAE 5W-40. Kode 5W (winter) tersebut berarti pada suhu terendah oli tingkat kekentalanya 5 sedangkan pada suhu maksimum (panas) tingkat keekntalan oli adalah 40. Begitu juga dengan 15W-50 yang berarti pada suhu terendah oli tingkat kekentalan 15 dan pada suhu maksimum tingkat kekentalan oli sebesar 50.

Lantas bagaimana memilih oli yang tepat untuk sepeda motor? Untuk sepeda motor lawas misalnya tahun 2000-an biasanya membutuhkan oli dengan visikositas tinggi yakni SAE 20W-50. Sementara untuk motor-motor jenis baru membutuhkan oli pelusmas dengan visikositas rendah. Ini dikarenakan clerance mesin masih sempit sehingga butuh pelumas yang lebih encer. Untuk motor-motor baru, bisa menggunakan oli dengan SAE 10W-40. Jika dipaksakan menggunakan oli yang kental, imbasnya mesin menjadi berat. Selain SAE, pada oli pelumas merek tertentu juga menggunakan kode API Service ata American Petroleum Institute. Sebagai contoh misalnya 10W-40 API SJ. Kode S menunjukan bahwa oli tersebut untuk mesin bensin. Sedangkan huruh kedua (J) menunjukan waktu produksi. Artinya semakin baru oli maka huruf kedua akan semakin jauh dari A. Sebagai contoh untuk kode SJ maka lebih baru dengan kode SI.

OLI YANG ASLI

Gimana sudah jelas sekarang cara membaca kode oli mesin motor? Jadi jangan sampai salah pilih ya, sesuaikan oli dengan kondisi mesin agar lebih awet. Selain itu perhatikan juga jadwal penggantian oli secara periodik, agar oli pelumas selalu dalam kondisi bersih dan berfungsi optimal.

Sabtu, 06 Februari 2016

Cara memeriksa pengapian motor


Secara garis besar pengapian sepeda motor terbagi menjadi 2 yaitu :
1.Pengapian Konvensional atau Pengapian platina
2.Pengapian Elektrik atau Pengapian CDI
Pengapian Elektrik atau Pengapian CDI terbagi menjadi 2 yaitu :
1.Pengapian menggunakan Batray/Aki <DC>
2.Pengapian tanpa menggunakan Batray <AC>

Ok gan pada postingan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara mengecek pengapian sepeda motor.Seperti penjelasan saya diatas pengapian elektrik terbagi menjadi 2 yaitu pengapian menggunakan aki dan pengapian tanpa aki.
Pengapian Menggunakan Aki adalah sistem pengapian yang mengandalkan arus aki sebagai sumber api,secara pabrikan pengapian jenis ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya Spull Pengisian-Pulser-Kiprok-CDI-Coil-Busi.

Pengapian Tanpa Aki  adalah sistem pengapian yang yang mengandalkan Spull Pengapian sebagai sumber arus pengapian.komponennya terdiri dari : Spull Pengapian-Kiprok-CDI-Coil-Busi

Bagaimana gan, sudah jelas kan penjelasan diatas.Sekarang bayangkan seandainya motor anda mogok,apa yang harus anda lakukan.Jangan panik Bro,...Langkah pertama yang anda ambil cek bensinnya,jika ternyata full to masih ada,cek api busi,..jika tidak ada api berarti kerusakan motor anda ada pada Sistem Pengapian.
Berikut saya jelaskan langkah2 yang harus anda ambil untuk mengecek komponen pengapian mana yang rusak.

Pada Pengapian AC atau spull sebagai sumber arus ini lho...yang perlu anda cek.
SPULL-CDI-COIL-BUSI.Bagaimana cara mengeceknya,...?

Pada Pengapian DC ini lho yang perlu anda cek:
Batray
Cek arus batray,pokoknya batray harus ada arus,biar kecil tidak masalah asalkan pengisian masih bagus lho,..

Spull Pengisian
Cara mengeceknya hampir sama dengan spull pengapian bedanya kalau spull pengisian ada 2 kabel dan spull pengapian cuma 1kabel. kabel spull pengisian biasanya berwarna kuning ambil 2potongan kabel,1tempelkan kemasa tekan kuat2,yang satunya tempelkan tapi mengambang,kemudian kick starter.lihat ada api tidak,...!
                                    
Kalau kondisi Spull bagus harus ada api.

Kiprok
Mengapa kiprok perlu kita cek,jangan salah bro,...kiprok juga bagian penting dari pengapian jenis ini,tidak percaya,misal pada motor mio coba cabut cop ke kiprok dan hidupkan,sampai batray soak,...sampai kaki sakit tidak mungkin motor hidup,teslah brooo kalau tidak percaya.haaaa
Cara mengeceknya,cari kabel kiprok yang masuk ke CDI,tempelkan kemassa,kalau tidak ada api jelas kiproknya rusak,kiprok bagus kalau kabel tadi ada api.
                                       

CDI
Mengecek CDI jenis DC sama dengan jenis AC,Tinggal cabut kabel yang masuk ke Coil,tempelkan massa kemudian jegleg,lihat ada api CDI bagus,tidak ada api CDI rusak                                                                                           

COIL
Mengecek Coil tinggal cabut kabel Coil tempel massa,jegleg,...ada api Coil bagus.

                                    
BUSI
Lepas busi masukkan ke cop busi tempel kemassa,Kick Starter,ada api busi bagus.
Semoga bermanfaat...